Fakultas Farmasi Unpad dan DNIM Gandeng Petani Sacha Inchi, Kembangkan Bahan Baku Farmasi Kelas Dunia

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan PT Duta Niaga Indonesia Manunggal (DNIM) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengkomersialkan hasil riset minyak sacha inchi pharmaceutical grade. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kemandirian bahan baku farmasi nasional, tetapi juga memberdayakan petani lokal dan membuka peluang ekspor ke pasar global.

Az zahir, Team Media SachiIndonesia

8/13/20252 min read

Bandung, 12 Agustus 2025Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Unit Usaha Akademik Unpad Farma (labfarma Unpad) menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Duta Niaga Indonesia Manunggal (DNIM). Kolaborasi ini bertujuan mengkomersialkan hasil riset minyak sacha inchi menjadi bahan baku pharmaceutical grade yang siap dipasarkan di Indonesia dan diekspor ke berbagai negara.

Kerja sama ini lahir dari keyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi pusat inovasi sacha inchi di Asia, mengingat potensi lahan, kualitas tanaman, dan dukungan teknologi pengolahan yang dimiliki.

Mengapa Sacha Inchi Penting untuk Indonesia?

Sacha inchi (Plukenetia volubilis) adalah tanaman bernilai tinggi asal Amerika Selatan yang kini dapat dibudidayakan di Indonesia. Biji sacha inchi mengandung:

  • Omega-3 (ALA) hingga 48% – penting untuk kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf.

  • Omega-6 dan Omega-9 – membantu menjaga elastisitas kulit, fungsi metabolisme, dan kesehatan hormon.

  • Protein nabati berkualitas tinggi – mendukung nutrisi lengkap untuk berbagai diet sehat.

Produk minyak sacha inchi yang dikembangkan Unpad telah mencapai kualitas pharmaceutical grade, artinya memenuhi standar mutu dan keamanan internasional untuk digunakan dalam industri farmasi, nutraseutikal, dan kosmetik.

Dukungan Pemerintah dan Industri

Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, menyebut langkah ini sebagai “vaksin” untuk kemandirian farmasi nasional.

“Hilirisasi hasil riset seperti ini adalah kunci kemandirian farmasi nasional,”
Dr. Jeffri Ardiyanto, Kementerian Kesehatan RI.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unpad, Prof. apt. Rizky Abdulah, menegaskan riset harus melahirkan produk nyata, bukan berhenti di jurnal ilmiah.

Direktur Utama PT DNIM, Lilik Dwi Hindratno, optimistis sacha inchi dari Indonesia mampu bersaing di pasar global karena memiliki dukungan data ilmiah, mutu terstandar, dan kisah pemberdayaan petani yang kuat untuk nilai jual internasional.

Peluang Kolaborasi Terbuka

Kami membuka kerja sama untuk:

  • Distribusi produk di pasar domestik dan ekspor.

  • Pengembangan formulasi baru untuk farmasi, nutraseutikal, dan kosmetik.

  • Investasi hilirisasi bahan baku sacha inchi di Indonesia.

📧 Kontak: info@sachainchiindonesia.id
🌐 Website: www.sachainchiindonesia.id

Dari Riset Hingga Produk Siap Pasar

Selama 5 tahun riset bersama Quilla Herbal Indonesia, tim peneliti Fakultas Farmasi Unpad berhasil mengembangkan teknologi ekstraksi dan formulasi minyak sacha inchi yang stabil, murni, dan siap diindustrialisasi.
Hasilnya, lahir lebih dari 32 produk inovatif yang siap masuk pasar, antara lain:

  • Biosachi – suplemen kesehatan dengan kandungan omega lengkap.

  • VOmega – minyak sacha inchi murni pharmaceutical grade.

  • Cosmetory – rangkaian kosmetik alami berbahan sacha inchi.

  • Omegrow – formula pendukung pertumbuhan dan regenerasi sel.

  • Vetachi – perawatan dan nutrisi khusus untuk hewan peliharaan.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Kolaborasi Unpad–DNIM bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga pemberdayaan petani lokal.
Komunitas gabungan kelompok tani sacha inchi akan mendapatkan:

  • Pelatihan agronomi modern.

  • Teknik panen dan pengeringan untuk menjaga mutu minyak.

  • Akses ke pasar industri dalam dan luar negeri.

Dengan sistem ini, petani mendapatkan harga yang lebih stabil, industri memperoleh bahan baku berkualitas, dan konsumen mendapatkan produk dengan jaminan mutu.